Anjuran Sedekah bagi yang meninggalkan Sholat Jum’at

ilustrasi oleh : Fuad Hasim

Oleh: Ustadz Hengky Ferdiansyah, Lc., MA

Salat Jumat diwajibkan bagi seluruh laki-laki yang beragama Islam tanpa pengecualian. Salat Jumat boleh ditinggalkan dan diganti dengan salat dzuhur bila ada uzur, seperti musafir, sakit, dan lain-lain. Kewajiban salat Jumat ini didasarkan pada firman Allah SWT:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِي لِلصَّلاةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

 “Wahai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat Jumat, maka bersegeralah kalian kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” ( Al-Jumu`ah : 9)

Selain ayat di atas, ada banyak hadis yang berisi ancaman bagi orang yang meninggalkan salat Jumat. Adanya ancaman ini menguatkan kewajiban salat Jumat bagi laki-laki. Di antara hadis larangan meninggalkan salat Jumat ialah:

لَيَنتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الجُمُعَةَ أَوْ لَيَخْتَمَنَّ الله عَلَى قُلُوْبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُوْنَنَّ مِنَ الغَافِلِيْنَ

“Hendaklah orang-orang berhenti dari meninggalkan shalat Jum’at atau Allah akan menutup hati mereka dari hidayah sehingga mereka menjadi orang-orang yang lalai.” (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain dijelaskan:

مَنْ تَرَكَ َثلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا طبَعَ الله عَلىَ قَلْبِهِ

“Orang yang meninggalkan tiga kali salat Jumat karena lalai, Allah akan menutup hatinya.” (HR. Abu Daud)

Orang yang meninggalkan salat Jumat lebih dari tiga kali, maka Allah akan menutup pintu hatinya. Dalam riwayat lain diterangkan, orang yang meninggalkan salat Jumat termasuk orang munafik. Sebab itu, bagi laki-laki balig seyogianya tidak meninggalkan salat Jumat dan selalu berusaha untuk mengerjakan salat Jumat, kecuali bila ada udur atau situasi darurat yang menyebabkan tidak bisa salat Jumat.

Imam Jalaluddin al-Suyuthi dalam Nurul Lum’ah fi Khashaish Jum’ah menjelaskan, bagi orang yang meninggalkan salat Jumat secara sengaja, dianjurkan untuk bersedekah satu dinar. Kalau tidak mampu satu dinar, dianjurkan setengah dinar. Pendapat al-Suyuthi ini merujuk pada hadis riwayat Samrah bin Jandab bahwa Rasulullah SAW berkata, “Siapa yang meninggalkan shalat Jum’at tanpa udzur hendaklah dia bersedekah satu dinar, kalau tidak mampu satu dinar bersedekahlah setengah dinar.” (HR: Abu Daud).

Sumber : 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *