Zakat Menjadi Jaminan Dunia Akhirat

Membayar zakat merupakan ibadah yang luar biasa.  Sebab,  selain merupakan rukun Islam yang ketiga setelah mengucapkan  dua  kalimat sahadat, salat, zakat adalah perpaduan hubungan antara  makluk  dengan  Rab  Sang  Pencipta dan hubungan sesama  manusia.

Jika kita melihat dari makna katanya, Zakat berarti tumbuh, berkembang, mensucikan atau membersihkan. Jadi , maksud menunaikan zakat pada  dasarnya memberikan  sebagian kekayaan untuk orang yang berhak menerimanya (mustahiq) jika sudah mencapai nisab (jumlah kekayaan minimal) dan haul (batas waktu)  zakat. Mencapai haul artinya harta tersebut sudah dimiliki selama setahun. Berlaku bagi ternak, harta  simpanan dan perniagaan. 

Zakat  merupakan kewajiban yang tercantum dalam Alquran. Artinya jika kita mengerjakannya, kita dapat pahala. Jika tidak, akan mendapat dosa. Mengingat pentingnya zakat, Allah pun  dalam Alquran sering menggandengkan perintah salat dengan  zakat. ‘’Dirikan salat dan tunaikan zakat’’ (Albaqarah 110) dan masih banyak ayat-ayat yang menggandengan perintah salat dan zakat ini.

Karena sifat manusia selalu ingin lebih, munculah pertanyaan,   apakah dengan membayar zakat, kita akan mengalami kekurangan atau jatuh miskin? 

Jawabnya pasti dan tegas tidak dan jangan takut miskin karena membayar zakat. Bahkan Allah dalam surat Al Mujaadilah ayat 13 mengatakan, ‘’Apakah kamu takut akan menjadi miskin karena kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’’
Janji Allah pada orang yang membayar zakat dan kewajiban Islam lainnya adalah akan mendapat surga dan berbahagia.

“Yaitu orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Luqman: 4-5)

‘’Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka  mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Albaqarah: 277)

Bahkan sebaliknya, orang yang tidak mau membayar zakat padahal dia mampu, akan mendapat siksa di neraka, seperti diungkapkan Allah dalam Alquran, “Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya. yaitu orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya kehidupan akhirat.” (Fushshilat: 6-7).

Untuk itu, bersegeralah menunaikan zakat, tetapi tentunya diserahkan pada orang-orang yang benar-benar berhak menerimanya atau Asnaf  yang  delapan  dan janji Allah itu pasti adanya.

Leave Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *